Loading...

Detail Berita

Menjelajah Kota Dengan Bersepeda

Menjelajah Kota Dengan Bersepeda

The best things in life are the people we love, the places we've been, and the memories we've made along the way

By: Sarcil Nawangsari

Covid, semua berhenti tidak ada kegiatan berkumpul dengan teman, kolega maupun keluarga. Waktu seolah berhenti yang ada hanya tembok rumah yang membelenggu kita semua dari bersosialisasi. 2021 merupakan awal mula semua kegiatan bisa dilakukan secara terbatas hanya dengan keluarga atau sekumpulan komunitas kecil. Bosan? Itu hal yang tidak bisa dihindari dari setiap manusia. Tetapi semua punya pilihan untuk menghilangkan kebosanan. 2021 s/d 2022 merupakan waktu yang luar biasa untuk bisa kita nikmati Bersama keluarga dan sahabat terdekat. Saya dan suami yang berperan sebagai sahabat sehobi saya memilih untuk menghilangkan kebosanan itu dengan bersepeda berkeliling kota.

Kegiatan-kegiatan bersepeda di kota-kota di jawa mulai kami lakukan. Hal ini biasanya kami lakukan di weekend tanpa cuti karena suami saya saat covid justru kegiatan kantornya sedang banyak-banyaknya. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan niat dan Hasrat kami untuk mengihlangkan kebosanan dengan bersepeda.

Beberapa kota yang kami explore antara lain :

Bersepeda dari GBK ke Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan sunda kelapa itu bukan hanya sekedar keluar masuknya kapal untuk menurunkan maupun loading container, Pelabuhan ini bagi peseda adalah destinasi exotic untuk bisa kami explore. Tidak terlalu jauh dari pusat kota. Biasanya kami menuju kesana dari Gelora Bung Karno (GBK), menyusuri kota Sudirman, Thamrin dan berkeliling kota tua hingga Sunda Kelapa. Setelah tiba disana, yang kami dapatkan adalah sudut lain kota Jakarta yang berbeda atmosfir dengan yang ada di thamrin dan Sudirman dengan hiruk pikuk kendaraan dan Gedung-gedung pencakar langit. Tapi sampai sana yang kami lihat adalah kapal-kapan dan container barang yang tersusun dan berbaris rapi. Udara yang kami hirup pun terasa lebih segar walaupun panas terik menyengat. Biasanya kami mengayuh sepeda sekitar 30-40km sampai ke GBK Kembali.

Bersepeda Yogyakarta sampai Borobudur

Explorasi kota lainnya adalah Yogyakarta dan Magelang. Masih dalam suasana covid Ketika itu, kami menyempatkan diri untuk explore kota lainnya yaitu Yogyakarta sampai Borobudir. Menggunakan kereta api Jumat malam, menyempatkan diri tidur di kereta dengan setengah nyenyak untuk charging energy kami berdua. Sampai di Yogya biasanya sekitar jam 4:30 pagi, kami biasanya menunggu subuh dan sedikit terang untuk memulai menjelajah, sekitar jam 5:30 kami sudah mulai merakit sepeda dan mulai mengayuh sepeda kami lewat jalan nanggulan yang menanjak extreme. Sering kali sepeda kami tuntun ataupun berhenti di tengah tanjakan karena sangat curam dan kehabisan napas. 50 kilometer kami harus menggowes sepeda kami untuk bisa sampai magelang via nanggulang dengan jalanan 20km nanjak. Tapi hal ini tidak pernah kami anggap sia-sia dengan memory yang tidak bisa diganti dengan apapun. Indah, seru dan penuh kenangan.

Warung Dawet : warung ini kita temui jam 13:00 dikala panas terik dan tenaga sudah tinggal 1 bar. Ini dawet terenak didunia pada saat itu

Yogyakarta – Solo

Lanjuuuttt, keisengan berikutnya adalah perjalanan Yogya ke Solo. Seperti sebelumnya kita menjadikan yogya jadi titik awal explorasi. Jumat kita naik kereta malam, sampai keesokan harinya setelah subuh kita start perjalanan menuju Solo.

Setelah hampir 2 jam gowes, sampailah kita di depan pelataran candi Prambanan, wah akan sangat seru kalau kita explore candi prambanan pakai sepeda, sama seperti Borobudur, Perambanan kala covid itu seperti bersepeda di pekarangan punya sendiri, sepi dan bisa foto-foto sampai ke dalamnya.

Setelah puas explore Prambanan, mulailah perjalanan panas terik berbagi jalan dengan truk besar-besar yang melewati jalan raya Yogya – Solo via klaten. Saking panasnya hampir setiap 5km kami mampir di alfamart atau indomaret untuk istirahat dan minum supaya badan kami tetap terhidrasi dengan baik. Oh iya bagi yang baru mau mulai sepedaan atau olahraga lari, jangan pernah keasikan dan lupa minum ya, karena tubuh kita terkadang tidak merasakan haus tetapi jika kita mengabaikan makan akan sangat berbahaya.

Akhirnya sampailah kami di Solo dan beristirahat supaya besok paginya di hari minggu bisa kulineran seru disana. Lelah pasti, Happy banget itu utamanya

Sepedaan di Bromo

Nah, sebenernya masih banyak lagi kota-kota yang kita sempat explore, tapi saya share yang seru-seru aja ya. Berikutnya Jawa Timur yang kita coba explore, dan pilihan kita adalah bersepeda di Bromo. Wah ini pengalaman yang tak terlupakan, karena kita bukan lagi ngaspal tetapi bener-bener bersepeda di gunung. Sampai di malang jam 5 pagi sudah start menuju tempat start di atas pegunungan Bromo. Kita sewa sepeda disana dan mulai bersepeda offroad menuruni pegunungan itu, kesigapan dan main rem sangat penting Ketika jalan di Bromo. Yang biasanya kita gowes nanjak, terengah-engah di Bromo udaranya sejuk banget tetapi ketrampilanlah yang diperlukan. Wah pemandangan yang indah sekali bisa kita dapatkan Ketika kita sepedaan di Bromo. Oh iya, sepedaan disana ada kelas-kelasnya ya, dan yang kami pilih adalah kelas atau tingkat yang cukup ringan karena kami mengejar fun dan foto-foto menikmati pemandangan indah gunung Bromo

Sepertinya kita sudahi dulu ya cerita-cerita explore kotanya, akan sulit bagi saya menggambarkan semua yang saya lihat dan sampai ke memori. Karena dengan hanya menjalankannya maka bisa menikmati indahnya Indonesia karena INDONESIA ITU INDAH.


Diterbitkan pada: 6 Juli 2026

Oleh: kompergas