Loading...

Detail Berita

Menua dengan Elegan, Selalu Bergerak dengan Semangat

Menua dengan Elegan, Selalu Bergerak dengan Semangat

Halo keluarga2 Griya Agung Sentosa yang dikasihi Tuhan ,
Saya Utami Halliday, tinggal di Blok D No.20
Suami saya berasal dari Inggris. Kami dikaruniai seorang anak laki2 yang saat ini sudah beranjak dewasa, namanya Liam. Kami pindah ke Griya Agung Sentosa dari Karawaci pada tahun 2005. Sebelum pembangunan rumah dilakukan, saya berkunjung ke rumah pak Rody selaku Ketua Paguyuban GAS untuk meminta ijin pembangunan rumah kami pada tahun 2003.

Bill, nama panggilan suami saya, adalah seorang konsultan Perusahaan minyak dan gas. Dan saat ini sudah pensiun. Karena pekerjaannya, dia sering berpindah2 tempat tinggal. Saat usia Liam 6 tahun, saya memutuskan untuk tidak bekerja lagi dan ikut suami pindah ke Singapura. Kami tinggal disana selama 2 tahun. Mungkin sebagian orang mengatakan, sayang banget saya harus pensiun dini, karena karir saya memang cukup baik. Menjadi Manager Quality di usia 27 tahun di Perusahaan Amerika, dan perjalanan karir yang menjanjikan untuk tahun2 selanjutnya. Padahal saat saya berhenti bekerja, saya sangat menikmatinya. Saya bisa melihat pertumbuhan Liam sejak dia berusia 6 tahun. Saya menjadi seorang ibu yang benar2 menjadi sahabatnya. Jadi saya enggak nyesel membuat keputusan demikian.

 

Nah….sekarang apa aja sih kegiatan saya?
Selain sebagai Kordinator Persekutuan Doa Pembaharuan Karismatik Katolik di gereja, saya juga seorang Prodiakon.
Sebagai seorang Prodiakon saya bertugas membantu Romo atau Pastur untuk memberikan Sakramen Maha Kudus kepada umat saat mengikuti misa atau mengantarkan Sakramen Maha Kudus kepada orang sakit. Apa itu Sakramen Maha Kudus? Sakramen Maha Kudus adalah pusat hidup orang Katolik yang berupa hosti (roti). Sebagai seorang Prodiakon, selain memimpin ibadat2 rutin dan menjadi fasilitator pertemuan lingkungan, saya juga bisa memimpin ibadat orang mati dan mengantarkannya ke pemakaman. Selian itu saya juga menjadi seorang Katekis yang mengajar anak2 sebelum mendapatkan Komuni Pertama dan mendampingi anak2 ataupun dewasa yang akan menerima Sakramen Krisma di Paroki Kampung Sawah, Gereja Santo Servatius dan di Paroki Internasional, St Peter Canisius di Menteng.

Wah…kelihatannya kok relijius banget ya. Sebenarnya enggak juga, kami memang diharapkan untuk hidup melayani.
Selain kegiatan rohani, tentunya saya juga ikuti kegiatan lain, yaitu masuk ke dalam group angklung di gereja, group kolintang dengan para ibu dari CISV (Children’s International Summer Villages), dan group Line dance yang dilatih oleh teman sendiri.

Saya bersyukur, saya memiliki keluarga kecil yang baik, adik2 yang senantiasa mendukung dalam doa. Dan tentunya dikelilingi oleh teman2 yang baik pula, baik di perumahan, gereja, maupun komunitas lainnya.
Dan di akhir kata saya ingin berbagi ya
“Hidup ini adalah kesempatan. Hidup ini untuk melayani Tuhan. Jangan sia2kan waktu yang Tuhan beri. Hidup ini harus jadi berkat”


Diterbitkan pada: 26 Juni 2026

Oleh: kompergas