Gerakan bank sampah kini semakin berkembang di berbagai wilayah, dan perempuan menjadi motor utama dalam pelaksanaannya. Dari rumah tangga, mereka mulai membiasakan memilah sampah organik dan anorganik, lalu mengumpulkannya untuk ditabung di bank sampah. Kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Selain itu, kegiatan bank sampah juga memperkuat kebersamaan antar warga. Ibu-ibu saling berbagi pengetahuan tentang pengelolaan sampah, bahkan mengembangkan produk kreatif dari limbah seperti kerajinan tangan. Dengan langkah sederhana ini, perempuan mampu memberikan dampak besar bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Diterbitkan pada: 14 Februari 2026
Oleh: Anhar Hawari, S.Kom